Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!

LINTAS SUARA

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 22:36 WIB

5012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Alwashliyah (PP GP Alwashliyah), H. Aminullah Siagian, mengecam keras pernyataan tokoh senior Amien Rais yang melontarkan sebutan “gay” terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atau yang akrab disapa Mayor Teddy. Narasi tersebut dinilai sangat tidak etis, tidak berdasar, dan hanya bertujuan untuk menciptakan kegaduhan politik di tengah publik.
Aminullah menegaskan bahwa sebagai seorang tokoh bangsa yang sangat dihormati dan dituakan, Amien Rais seharusnya memberikan contoh teladan dan edukasi politik yang baik kepada generasi muda, bukan malah memproduksi diksi yang menyerang ranah personal tanpa bukti yang konkret.

“Pernyataan tersebut sangat kami sayangkan keluar dari lisan seorang tokoh senior. Narasi yang menyerang pribadi seperti itu tidak etis, tidak mendidik, dan sangat merendahkan martabat komunikasi politik di negara kita,” ujar Aminullah Siagian dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Menurut Aminullah, kritik terhadap pejabat publik atau kebijakan pemerintah merupakan hal yang lumrah dan sangat sah dalam alam demokrasi. Namun, kebebasan berpendapat tersebut harus tetap berpegang teguh pada koridor etika, norma kesopanan, dan fakta hukum. Menyerang integritas personal seseorang dengan istilah yang menjurus ke arah pelecehan identitas dinilai sudah sangat melampaui batas kewajaran.
Ia juga menambahkan bahwa Mayor Teddy merupakan seorang abdi negara profesional yang selama ini telah mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara melalui jalur militer serta menjalankan tugas-tugas keprotokolan dan kesekretariatan dengan baik.

“Jangan hanya karena ketidakpuasan politik, seorang abdi negara diserang secara personal dengan tuduhan tanpa dasar. Kami dari PP GP Al Washliyah meminta semua pihak untuk menyudahi politik kebencian dan pembunuhan karakter semacam ini,” lanjutnya tegas.

Di akhir pernyataannya, Aminullah Siagian mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda dan elite politik, untuk terus menjaga stabilitas nasional serta tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. (*)

Berita Terkait

HIMLAB RAYA JAKARTA: Komitmen Nyata Berantas Narkoba Kapolres Labusel dan Jajaran Patut Diacungi Jempol
BGN Dinilai Tepat Dorong MBG Masuk Kampus Demi Masa Depan Generasi Cerdas
Perkuat Solidaritas Antar Komunitas Ambulance, Ketua Divisi Driver LAI, Sandy Dukung Polri Agar Fungsi untuk Misi Kemanusiaan
PT Rosin di Gayo Lues Resmi Dibekukan, Penegak Hukum Diminta Periksa Dugaan Aliran Dana dan Dokumen
Pelantikan Serentak PD GPA se-DKI Jakarta, Berjalan Sukses dan Penuh Khidmat
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 22:48 WIB

AKPERSI Ultimatum APDESI: Usut Tuntas Dugaan Intimidasi Senpi Ketua DPD Jabar, Jangan Kebal Hukum

Senin, 1 Juni 2026 - 17:15 WIB

IPTU Peri Padli: Laporan Tiap Minggu Kami Kirim, Target Swasembada Harus Tercapai

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:58 WIB

Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan, Wujud Komitmen Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan yang Aman dan Tertib

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:53 WIB

Bhabinkamtibmas Pulau Muda, Cek Lahan Jagung Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:31 WIB

Polri Presisi, Wakapolda Riau Dorong Bhabinkamtibmas Bangun Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:55 WIB

Polisi Cinta Petani, Bhabinkamtibmas Polsek Kkh Pastikan Jagung 0.5 Hektare Tumbuh Subur

Senin, 11 Mei 2026 - 17:18 WIB

Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Perhentian Raja Garap Lahan Jagung Kuartal II di Desa Hangtuah

Senin, 11 Mei 2026 - 01:03 WIB

“Petani Kelapa Menjerit” Harga Tak Kunjung Membaik, ADT Si Anak Parit Minta Presiden Prabowo Bangun Pabrik Hilirisasi Kelapa di Inhil

Berita Terbaru